Alhamdulillah... Allah perkenankan saya ikuti Training ini.
Training yang sebelumnya tak pernah terbayangkan akan ku ikuti.
Namun Engkau takdirkan semua ini.
Begitu banyak ilmu yang ku dapati, kenalan baru saudara yang jika diuangkan lebih dari budget yang dikeluarkan.
Di setiap modusnya, +kangrendy sentrin berbagi dengan powerfull, ga tau batrenya ga abis abis berapa mAH yaa? hehehe :) peace !!! Allohumma sholli 'ala sayyidina muhammad... smg Allah senantiasa menjaga kesehatan beliau dan keluarga, berkahi semuanya, ampuni segala dosanya, panjangkan umurnya ya Rabb... juga doa untuk semua yang telah berpartisipasi.
Dan disini pula ku sedikit demi sedikit menghampiri "diriku" yang lama, #selftalk. meski perubahan nya belum signifikan, but this is your signal yang harus ku perkuat.
#HidupYakin, #KenalDiri, #JiwaTumbuh, #AksiHebat, #JualIntan, #SayapUtuh, #AkhirIndah. ya semua itu adalah modus yang dikembangkan agar setiap peserta dapat menjadi Sholeh, Berlimpah, Manfaat.
Bismillah... setelah training ini tak ada lagi mengeluh (harapannya)
Namun sebagai manusia biasa, tak dapat menghindari.... karena saya sadari itu bentuk ke'makhluk'an yang dimiliki manusia, selama tarafnya masih wajar.
Saya termasuk manusia yang jaim hahha :D, di sesi2 awal nangis itu pure ga dipancing, ga di tahan, memang saya egois. Di hari berikutnya, saya memprotect supaya ga nangis, karena di sesi ini tentang sayap utuh, mentang-mentang sehari sebelum acara saya mudik sungkeman mamah, bapa di fikir ga bakal nangis. Dikuat-kuatin, di tahan tapi mungkin kang Rendy ga bakalan berhenti sebelum semua peserta nangis... So, berderai lah.... air mata.
Ceritanya selesai deh.
Next story :
Saya memutuskan untuk mulai berbisnis, apapun itu...
Namanya juga awal-awal bapa kurang setuju nampaknya (terlihat dari pembawaannya yang ga se "welcome" biasanya, tapi mudah-mudahan perkiraan saya salah). Tapi ternyata ada benarnya, jadi beliau sempat katakan bahwa "bapa sudah mencoba MLM bisnis ini itu, yang ada malah cape, dan tidak menghasilkan".
Sungguh bapak cemberut waktu itu, adalah bentuk khawatir, rasa sayangnya takut anaknya mengalami hal yang sama. Tapi saya tak secepat itu memunculkan tafsiran demikian. Sebagai manusia biasa, lemah yang naluri bisnisnya masih menggebu, -> meneteslah air mataku, dan serta merta menjawab "Saya ingin bahagiakan mamah bapa, dengan cara saya, meski saya cape, semua untuk mamah bapa, standar bahagia yang ada di benak bapa dan saya berbeda, biarkan saya lakukan dengan konsep saya." (memang tidak kasar ataupun keras saya keluarkan kata-kata itu, tapi emosionalnya dengan nangis).
Saat itu pula lahirnya #gerakanmudamulia Senin 28 Oktober 2013, saya ingin hadir namun apa daya, tak kantongi izin kedua bidadariku. And then saya sadari cara saya agak salah, dan ini terbawa mimpi, hingga ku putuskan tuk membasuh kedua kaki mereka setelah sholat subuh dan meminum airnya, mumpung saya masih hidup demikianpun dengan mereka.
Namanya juga hidup, pasti ada belokan, polisi tidur, naik, turun, jalanan bolong dan apalah.
Bagaimanapun semua itu pasti tetap ada, tidak mungkin tidak, kecuali jika kematian telah menghampiri.
Rugi kalau cuma diam, terlebih mengeluhkan pada makhluk atas hidup ini. Toh, jalanan tetap ada belokannya, dan semua-mua hambatan, keluhan tak menjadikan sirna semua itu.
Tugas ku, berserah diri, berusaha yang terbaik, berdo'a, mendoakan dan didoakan...
Yakin Allah Maha Hidup....
>>>>> I Believe I Can Fly>>>> Believe in God