Bismillah...
Allah Engkau Dekat Penuh Kasih Sayang...
Bait musik positif ini kembali mengingatkanku betapa Agung nya Tuhan ku.
Di tengah segala hiruk pikuk aktivitasku yang ku sadari tak banyak untuk berinteraksi padaNya tetapi sungguh tak sedikitpun karuniaNya tak diberikan pada diri ini yang hina.
Engkau yang Maha Pengasih yang tak pernah pilih kasih,
Engkau Maha Pemberi kepada siapa saja yang Kau kehendaki.
Ya Allah ya Robbana sungguh jika saja engkau ada di hadapanku rasanya diri ini enggan bertemu denganMu karena begitu amat baiknya Engkau padaku.
Entahkah jika Engkau tak Pemurah mungkin diri ini
Engkau selalu menuntunku pada kondisi yang aku tenang dengan berada di jalanMu.
Engkau buat diri ini untuk dihadapkan pada sesuatu hal yang bisa menghantarkan ke jalanMu. Jalan kebaikanMu. Tugas ku satu meluruskan niat dari setiap hari ke hari... dari setiap waktu ke waktu.
Sungguh ku ketahui bahwa hidup ini hanyalah sementara, hanya mampir. Dan ku sadari pula bahwa di dunia ini belum banyak yang ku perbuat *) kebaikan untukMu.
ya Rabb yang Maha Pengasih, Terimakasih atas segala karuniaMu yang tak pernah henti.
Harapanku adalah Engkau senantiasa menjagaku dari setiap helaan nafas, agar yang ku ingat agar yang jadi tujuanku adalah hanya Engkau dan untuk Engkau.
Ku pu tau bahwa mungkin takkan mudah untuk berdiri tegak di jalan ini. Namun memang bukan aku yang bisa, tapi atas karuniaMu atas izinMu atas rahmat dan cintaMu, Maka ku persembahkan sisa waktuku UntukMu ... Hanya untukMu... Segala aktivitas ku dari mulai menutup mata.. mebuka mata sampai menutup mata terakhir kalinya ku persembahkan untukMU ya Rabb..
Ridloi jalanku ya Rabb... jika kemudia ada jalan yang salah saat ku tempuhinya, tarik diriku, kembalikan hambaMu kedalam koridor ridlo Mu.
Terimakasih Kau telah karuniakan saudara, lingkungan yang luar Biasa membuatku banyak belajar.
Ku mohon ampunan dalam setiap langkahku, yang seringnya surut. Ampunkan segala dosa dan khilafku. Dan ku mohon lindungi sesiapa saja diantara mereka yang telah berbuat baik padaku, mereka yang aku sayangi, dan mereka yang menyayangiku. Mudahkanlah segala urusan mereka, kondisikan mereka agar senantiasa mendekat padaMu. Karena ku tak mampu berbuat apa-apa tanpaMu. Jaga mereka ya Rabb... Ku titipkan mereka padaMu, di saat ku tak bisa selalu berada, berdoa di samping mereka.
Aamiin...
Allah-Engkau Dekat...
Minggu, 19 Oktober 2014
Sabtu, 02 Agustus 2014
Pentingnya belajar Psikologi
Bismillah....
Setiap nyawa pasti akan merasakan kematian.
Allah swt. menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk jasad, saking sempurnanya Allah tak hanya beri manusia jasad/ fisik, namun juga rohani, potensi, karakter dan seluruh sifat.
Dan Manusia adalah makhluk paling sempurna dibanding makhluk lainnya. Maka tak pantas rasanya jika Manusia menyia-nyiakan apa yang ada di dirinya.
Sebagai manusia normal yang dibekali potensi, sifat baik, buruk, tak jarang terjadi perselisihan diantara mereka. Bisa jadi karena kebencian namun bisa jadi karena bentuk kasih sayang yang tak terdefinisikan satu sama lain. Dalam hal ini contohnya, orang tua yang memukul anaknya (baca:dengan lidi) karena dia tak mau sholat di usianya yang sudah beranjak remaja. Bagi anak ini dirasakan sebagai penindasan/ penyiksaan atau apalah istilah yang menggambarkan kekejaman. Padahal, ini adalah bentuk kasih sayang orang tua dan ini dicontohkan rasulullah saw. Hanya saja atas latar belakang ilmu pengetahuan yang berbeda, persepsi dan ilmu yang dipahami berbeda, hingga akhirnya menimbulkan pemikiran dalam benak anak itu "orangtua ga sayang sama dirinya."
Banyak contoh lainnya yang menggambarkan kesalahpahaman menjadikan tidak sinkron, bisa antar saudara, ayah dan ibu, tetangga dengan kita dan setiap orang lainnya. Pasti akan ada saat yang demikian, karena individu yang satu dengan individu yang lain pasti berbeda.
Jika selalu sama dan tak ada perbedaan tak mungkin ada pembelajaran.
Ilmu pengetahuan tentang manusia dan segala aspeknya menjadi sangat perlu untuk diketahui bahkan bagi beberapa pihak hal ini menjadi sangat penting.
Bukan untuk meniadakan masalah, tapi lebih kepada sikap menghargai, menghormati, memahamkan dan intinya pembelajaran (baca: berubah perilaku menjadi lebih baik).
Karena tak ada manusia yang tak pernah punyai kesalahan. Marah, sedih, benci, sombong, syirik kesemuanya itu 'berpotensi' muncul di saat manusia tak bisa mengelola perasaan nya dengan baik. Bukan tidak boleh marah, bahkan disatu kondisi kita harus marah (Misal: Agama Islam di jelekkan).
Semua yang dibahas ini adalah tak lain dan tak bukan adalah perkara :
1. Bagaimana (baca:orang) Islam seharusnya bertindak?
2. Bagaimana Rasulullah saw. memberi contoh perilaku yang seharusnya.
Jadi intinya adalah belajar menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul Nya.
Maka Pengetahuan Tentang Manusia (baca: Psikologi)
Setiap nyawa pasti akan merasakan kematian.
Allah swt. menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk jasad, saking sempurnanya Allah tak hanya beri manusia jasad/ fisik, namun juga rohani, potensi, karakter dan seluruh sifat.
Dan Manusia adalah makhluk paling sempurna dibanding makhluk lainnya. Maka tak pantas rasanya jika Manusia menyia-nyiakan apa yang ada di dirinya.
Sebagai manusia normal yang dibekali potensi, sifat baik, buruk, tak jarang terjadi perselisihan diantara mereka. Bisa jadi karena kebencian namun bisa jadi karena bentuk kasih sayang yang tak terdefinisikan satu sama lain. Dalam hal ini contohnya, orang tua yang memukul anaknya (baca:dengan lidi) karena dia tak mau sholat di usianya yang sudah beranjak remaja. Bagi anak ini dirasakan sebagai penindasan/ penyiksaan atau apalah istilah yang menggambarkan kekejaman. Padahal, ini adalah bentuk kasih sayang orang tua dan ini dicontohkan rasulullah saw. Hanya saja atas latar belakang ilmu pengetahuan yang berbeda, persepsi dan ilmu yang dipahami berbeda, hingga akhirnya menimbulkan pemikiran dalam benak anak itu "orangtua ga sayang sama dirinya."
Banyak contoh lainnya yang menggambarkan kesalahpahaman menjadikan tidak sinkron, bisa antar saudara, ayah dan ibu, tetangga dengan kita dan setiap orang lainnya. Pasti akan ada saat yang demikian, karena individu yang satu dengan individu yang lain pasti berbeda.
Jika selalu sama dan tak ada perbedaan tak mungkin ada pembelajaran.
Ilmu pengetahuan tentang manusia dan segala aspeknya menjadi sangat perlu untuk diketahui bahkan bagi beberapa pihak hal ini menjadi sangat penting.
Bukan untuk meniadakan masalah, tapi lebih kepada sikap menghargai, menghormati, memahamkan dan intinya pembelajaran (baca: berubah perilaku menjadi lebih baik).
Karena tak ada manusia yang tak pernah punyai kesalahan. Marah, sedih, benci, sombong, syirik kesemuanya itu 'berpotensi' muncul di saat manusia tak bisa mengelola perasaan nya dengan baik. Bukan tidak boleh marah, bahkan disatu kondisi kita harus marah (Misal: Agama Islam di jelekkan).
Semua yang dibahas ini adalah tak lain dan tak bukan adalah perkara :
1. Bagaimana (baca:orang) Islam seharusnya bertindak?
2. Bagaimana Rasulullah saw. memberi contoh perilaku yang seharusnya.
Jadi intinya adalah belajar menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul Nya.
Maka Pengetahuan Tentang Manusia (baca: Psikologi)
Rabu, 07 Mei 2014
Kesamaaan Pola kondisi
"Sepertinya" setiap orang itu pasti pernah mengalami pola kondisi yang sama.
Hanya saja tipe, kadar, tempat dan waktu yang berbeda.
Ini adalah hasil dari pengamatan dari diri pribadi dan lingkungan sekitar.
Ada hal yang aku alami saat ini, dialami dulu oleh kakakku dan di saat yang sama salah satu artis yang dia seusia dengan saya, mengalami suatu pola kondisi yang sama.
Bukan sebuah kebetulan, ini saya sadari setelah membandingkan hal yang terjadi, baik dialami secara langsung atau dialami oleh orang lain.
Hanya saja tipe, kadar, tempat dan waktu yang berbeda.
Ini adalah hasil dari pengamatan dari diri pribadi dan lingkungan sekitar.
Ada hal yang aku alami saat ini, dialami dulu oleh kakakku dan di saat yang sama salah satu artis yang dia seusia dengan saya, mengalami suatu pola kondisi yang sama.
Bukan sebuah kebetulan, ini saya sadari setelah membandingkan hal yang terjadi, baik dialami secara langsung atau dialami oleh orang lain.
Salah satu contoh:
Saat ini saya berada di posisi "tertekan" dan jalan yang ku ambil adalah lari (dalam hal kerjaan)
Dulu, kakakku pun alami kondisi yang sama, tapi di saat itu saya "di-elu-elukan" sedang sekarang kondisinya terbalik, kakakku yang jadi andalan dan aku di pandang sebelah mata
Saat ini saya berada di posisi "tertekan" dan jalan yang ku ambil adalah lari (dalam hal kerjaan)
Dulu, kakakku pun alami kondisi yang sama, tapi di saat itu saya "di-elu-elukan" sedang sekarang kondisinya terbalik, kakakku yang jadi andalan dan aku di pandang sebelah mata
Di luar sana artis seusiaku sedang dihadapkan masalah yang serupa namun bukan dalam kerjaan, Dia alami dalam rumah tangga maka keputusannya "cerai/ ga.
HEADLINE POLA KONDISI yang kita alami adalah berupa suatu "ledakan" gejolak yang merupakan akumulasi dari "penderitaan" (dapat berupa hal/ peristiwa/ kejadian/ pengambilan keputusan untuk kebahagiaan orang lain tanpa memikirkan diri sendiri). Di waktu yang lalu saat diri kita memutuskan untuk berani berkorban kebahagiaannya demi kebahagiaan orang lain itu, kita dianggap berjasa dan di elu2kan, padahal di hati ada perasaan 'sombong' sekaligus 'sedih' karena senang yang didapat semu.
Dan yang menjadi salah satu PERMASALAHAN di sini adalah orang di sekeliling kita (baca: yang kita berani berkorban untuknya) ga NGEH kondisi asli yang dialami kita seperti apa. Mereka ya senang karena 2 hal (kita nurut pada kondisi apapun/ bagaimanapun, diri ini terlihat senang melakukannya, serta membanggakan) Hingga akhirnya bila kita melakukan suatu 'kesalahan' (menyadari hal yang dilakukan selama ini salah) mereka merasa sangat kecewa dan bahkan bisa membenci.
Dan yang menjadi salah satu PERMASALAHAN di sini adalah orang di sekeliling kita (baca: yang kita berani berkorban untuknya) ga NGEH kondisi asli yang dialami kita seperti apa. Mereka ya senang karena 2 hal (kita nurut pada kondisi apapun/ bagaimanapun, diri ini terlihat senang melakukannya, serta membanggakan) Hingga akhirnya bila kita melakukan suatu 'kesalahan' (menyadari hal yang dilakukan selama ini salah) mereka merasa sangat kecewa dan bahkan bisa membenci.
Belum ada benang merah siapa yang benar, siapa yang salah, atau dimana letak yang benar dan salah.
Satu hal yang pasti adalah kepasrahan kita menyerahkan segala urusan pada Allah swt. Dia yang mampu menilai benar salah, baik, buruk
innalillahi wallahu a'lam
Sabtu, 18 Januari 2014
Patience and Persistence
Subhanallah....
Allah ciptakan manusia seperti Bill Porter... ceritanya sungguh membuat saya terTAMPAR.
Meski kondisi fisiknya demikian, namun semangat dan kesabarannya sungguh luar biasa.
Setiap orang nampaknya harus banyak belajar dari dia.
Nampaknya dari ibunya lah dia belajar.
Yaa,,, ibunya sabar dan gigih merawat dia. dengan keistimewaan yang dimiliki anaknya tak menjadikan dia putus asa, menyerah. Namun ibu ada di setiap langkah dia. Ada dalam setiap fase perkembangan memberikan dukungan, semangat agar Bill Porter yakin kalau dia bisa.
Sampai akhirnya di usia dia yang senja, mendapat penghargaan sebagai salesman terbaik dengan penjualan tertinggi.
Patience and Persistence
Rasulullah sudah jauh-jauh hari mencontohkan agar kita senantiasa bersabar dan tetap gigih dalam menghadapi cobaan kehidupan. Dalam dakwah terutama, beliau adalah sosok yang amat sabarpun tak mudah putus asa hingga akhirnya islam tegak.
Semoga kita kembali teringatkan untuk senantiasa bersabar dan gigih dalam berusaha gapai ridloNya.
Aamiin....
Allah ciptakan manusia seperti Bill Porter... ceritanya sungguh membuat saya terTAMPAR.
Meski kondisi fisiknya demikian, namun semangat dan kesabarannya sungguh luar biasa.
Setiap orang nampaknya harus banyak belajar dari dia.
Nampaknya dari ibunya lah dia belajar.
Yaa,,, ibunya sabar dan gigih merawat dia. dengan keistimewaan yang dimiliki anaknya tak menjadikan dia putus asa, menyerah. Namun ibu ada di setiap langkah dia. Ada dalam setiap fase perkembangan memberikan dukungan, semangat agar Bill Porter yakin kalau dia bisa.
Sampai akhirnya di usia dia yang senja, mendapat penghargaan sebagai salesman terbaik dengan penjualan tertinggi.
Rasulullah sudah jauh-jauh hari mencontohkan agar kita senantiasa bersabar dan tetap gigih dalam menghadapi cobaan kehidupan. Dalam dakwah terutama, beliau adalah sosok yang amat sabarpun tak mudah putus asa hingga akhirnya islam tegak.
Semoga kita kembali teringatkan untuk senantiasa bersabar dan gigih dalam berusaha gapai ridloNya.
Aamiin....
Langganan:
Postingan (Atom)