Bismillah...
Hari ini tepatnya pukul 16.39 tulisan ini ku buat asli dan langsung, semata mengharap Allah ridho.
Mungkin telah saya share sebelumnya tentang betapa saya adalah pribadi yang beruntung. Salah satu keberuntunganku adalah...
Setiap pagi setelah subuh sering ku dengarkan radio @mqfmbandung ... Alhamdulillah sungguh nikmat yang tiada terkira. Ku tahu ini tak bisa dinikmati semua orang.
Berharap ini menjadi salah satu pemberat timbangan kebaikan.
Maafkan hamba yang tak pandai mengenali bentuk syukurmu hingga lupa, lalai dalam bersyukur.
Ya Rabb Terimakasih atas segala karunia yang telah Engkau berikan.... Bantulah hamba untuk dapat mengajari, membimbing diri ini menggapai ridhoMu.
Bersambung...
Alhamdulillah
Minggu, 24 Mei 2015
Rabu, 20 Mei 2015
Menulis (lagi)
Bismillah...
lama tak menulis di blog ini.
20 Mei 2015
Hari ini Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, entah yang ke berapa, hee..hee..
Namun bukan itu yang akan di bahas, hanya saja saya berharap energi kebangkitannya ada di tulisan ini, di hari ini dan selamanya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa menulis adalah salah satu bagian yang penting dalam diri setiap manusia. Menulis apapun, seperti tulisan belanjaan untuk ibu-ibu, tulisan pemasukan nafkah bagi bapak, menulis pelajaran bagi siswa atau yang lainnya. Bahkan teman kita yang tunanetra-pun demikian.
Banyak fakta yang menunjukkan bahwa dari menulis akan ada manfaat yang diperoleh, seperti yang dicontohkan fenomena-fenomena di atas. Dengan menulis minimalnya ibu-ibu saat berbelanja jadi ada panduannya hingga tak membeli barang yang tidak diperlukan, bapak menuliskan nafkah hingga bisa memperhitungkan berapa uang masuk, uang keluar, uang di tabung dll. Pun seorang siswa, yang mana pelajaran yang didapat dari guru bisa diulang dan dipelajari di rumah jika materinya dituliskan. Semua itu menjadi lebih praktik dengan menulis/ dituliskan.
Adalah mimpi, contoh dari apa yang sebagian orang tulis. Mimpi atau harapan yang dimiliki seseorang yang ingin diwujudkan atau sekedar angan-angan adalah salah satu materi/ hal yang dituliskan. Banyak tokoh yang sukses menuliskan setiap apa yang diinginkan, diidamkan, sesuatu yang ingin diraih, dan alhasil sebagian besar pula apa yang dituliskan menjadi kenyataan, terwujud.
Kenapa bisa demikian? Apakah hanya lelucon, kebetulan saja? atau bagaimana?
Ada cerita yang mungkin pernah saya sampaikan yang intinya, dulu beberapa tahun yang lalu, saya pernah menuliskan mimpi dan harapan di sebuah buku yang alhamdulillah atas izin Allah subhanahu wata'ala apa yang tertulis disana terwujud. Saya meyakini hal ini bukan sebagai kebetulan, namun bagian dari karunia Allah yang Maha Kuasa.
Meski sering merasa malas terpengaruh sugesti negatif tentang menulis, dan memutuskan untuk tidak menulis, namun hati tak bisa dibohongi, ada sesuatu yang hilang seolah tak terungkapkan.
Maka kini akan ku usahakan semalas apapun, secape apapun, se hectic apapun, akan ku tuliskan baik itu di blog, diary, atau apapun. (nah ini sbenernya ga baik juga, nulisnya ga nentu).
Karena menulis adalah hal yang mudah untuk dilakukan siapa saja, ini sudah terbiasa kita lakukan.
Pun mulai dari sekarang latih orang sekitar untuk menulis, anak-anak menuliskan impian dan harapan mereka.
Usah kau hiraukan apakah tulisanmu baik atau tidak, hal yang jauh lebih penting dari itu adalah ada dalam PROSES, saat menulis maka sejumlah otot, sel syaraf bekerja termasuk otak. Dengan demikian akan ada kegiatan berfikir aktif, menyeluruh kerjasama beberapa organ manusia; mata, tangan, hati, otak, fikiran.
Menulis bukan sekedar menyalin, mecorat-coret namun memberikan makna yang tersirat di dalamnya.
Mungkin menjadi penulis tidak mudah, tidak sepele. Namun mulai dari hal sepele kita akan bisa jadi penulis. Yang juga perlu digarisbawahi bahwa jadi penulis bukan tujuan, melainkan tersampaikan makna, maksud dan tujuanlah (menyampaikan informasi) yang kita jadikan GOALS....
Selamat menulis,
Meski mungkin ini tulisan terakhirmu, namun ingatlah bahwa tetap akan ada mereka yang membaca dan mengambil sari pati dari tulisanmu.
Ketikapun tulisan-tulisan ini tak mampu menjadikanmu sebagai penulis handal, namun upaya mu untuk sampaikan ilmu takkan pernah hilang.
Menulis (lagi) akan menjadikannya mewakili apa, siapa dirimu.
#sore #jelangmaghrib
#gedungwakafPro99
#seusaiNgantor
Allahu'alam bishawab
lama tak menulis di blog ini.
20 Mei 2015
Hari ini Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, entah yang ke berapa, hee..hee..
Namun bukan itu yang akan di bahas, hanya saja saya berharap energi kebangkitannya ada di tulisan ini, di hari ini dan selamanya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa menulis adalah salah satu bagian yang penting dalam diri setiap manusia. Menulis apapun, seperti tulisan belanjaan untuk ibu-ibu, tulisan pemasukan nafkah bagi bapak, menulis pelajaran bagi siswa atau yang lainnya. Bahkan teman kita yang tunanetra-pun demikian.
Banyak fakta yang menunjukkan bahwa dari menulis akan ada manfaat yang diperoleh, seperti yang dicontohkan fenomena-fenomena di atas. Dengan menulis minimalnya ibu-ibu saat berbelanja jadi ada panduannya hingga tak membeli barang yang tidak diperlukan, bapak menuliskan nafkah hingga bisa memperhitungkan berapa uang masuk, uang keluar, uang di tabung dll. Pun seorang siswa, yang mana pelajaran yang didapat dari guru bisa diulang dan dipelajari di rumah jika materinya dituliskan. Semua itu menjadi lebih praktik dengan menulis/ dituliskan.
Adalah mimpi, contoh dari apa yang sebagian orang tulis. Mimpi atau harapan yang dimiliki seseorang yang ingin diwujudkan atau sekedar angan-angan adalah salah satu materi/ hal yang dituliskan. Banyak tokoh yang sukses menuliskan setiap apa yang diinginkan, diidamkan, sesuatu yang ingin diraih, dan alhasil sebagian besar pula apa yang dituliskan menjadi kenyataan, terwujud.
Kenapa bisa demikian? Apakah hanya lelucon, kebetulan saja? atau bagaimana?
Ada cerita yang mungkin pernah saya sampaikan yang intinya, dulu beberapa tahun yang lalu, saya pernah menuliskan mimpi dan harapan di sebuah buku yang alhamdulillah atas izin Allah subhanahu wata'ala apa yang tertulis disana terwujud. Saya meyakini hal ini bukan sebagai kebetulan, namun bagian dari karunia Allah yang Maha Kuasa.
Meski sering merasa malas terpengaruh sugesti negatif tentang menulis, dan memutuskan untuk tidak menulis, namun hati tak bisa dibohongi, ada sesuatu yang hilang seolah tak terungkapkan.
Maka kini akan ku usahakan semalas apapun, secape apapun, se hectic apapun, akan ku tuliskan baik itu di blog, diary, atau apapun. (nah ini sbenernya ga baik juga, nulisnya ga nentu).
Karena menulis adalah hal yang mudah untuk dilakukan siapa saja, ini sudah terbiasa kita lakukan.
Pun mulai dari sekarang latih orang sekitar untuk menulis, anak-anak menuliskan impian dan harapan mereka.
Usah kau hiraukan apakah tulisanmu baik atau tidak, hal yang jauh lebih penting dari itu adalah ada dalam PROSES, saat menulis maka sejumlah otot, sel syaraf bekerja termasuk otak. Dengan demikian akan ada kegiatan berfikir aktif, menyeluruh kerjasama beberapa organ manusia; mata, tangan, hati, otak, fikiran.
Menulis bukan sekedar menyalin, mecorat-coret namun memberikan makna yang tersirat di dalamnya.
Mungkin menjadi penulis tidak mudah, tidak sepele. Namun mulai dari hal sepele kita akan bisa jadi penulis. Yang juga perlu digarisbawahi bahwa jadi penulis bukan tujuan, melainkan tersampaikan makna, maksud dan tujuanlah (menyampaikan informasi) yang kita jadikan GOALS....
Selamat menulis,
Meski mungkin ini tulisan terakhirmu, namun ingatlah bahwa tetap akan ada mereka yang membaca dan mengambil sari pati dari tulisanmu.
Ketikapun tulisan-tulisan ini tak mampu menjadikanmu sebagai penulis handal, namun upaya mu untuk sampaikan ilmu takkan pernah hilang.
Menulis (lagi) akan menjadikannya mewakili apa, siapa dirimu.
#sore #jelangmaghrib
#gedungwakafPro99
#seusaiNgantor
Allahu'alam bishawab
Langganan:
Postingan (Atom)