Minggu, 24 Maret 2013

Peduli Syndrome Down

Hari ini ada acara di Car Free Day Dago, yaitu gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Anak Down Syndrome Sedunia.

Alhamdulillah sekolah kami mendapat undangan. Ternyata cukup banyak juga, dari anak yang masih bayi (tampak digendong mamanya) sampai ada yang sudah dewasa kaya Teh Ipah....
Melihat mereka semua, patut tak ada kata tidak untukku bersyukur atas nikmat Allah ini. Karena saya dilahirkan normal, itu berarti tugas saya mestinya lebih bertanggung jawab pada mereka, yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Berterimakasih pula saya pada yayasan ini, yang telah membuat wadah yang mudah-mudahan selalu istiqomah dan memberi manfaat bagi anak-anak DS khususnya.

Subhanallah banyak sekali diantara mereka yang berbakat, menari, menyanyi,dan banyak lagi. Ya lagi-lagi ini tugas kami, mengenali potensimu, tak menyi-nyiakan mu, menjadikanmu berarti diantara mereka yang "mengucilkanmu"


Berada diantara mereka adalah seperti mimpi, dan sekaligus anugerah.
Pada saat itu, ada 2 hal yang terbersit dalam benakku.
1.  Ya Rabb.... Ku tahu Engaku maha Melihat, Maha Mengabulkan Do'a, saya harap jika Engkau perkenankan hamba untuk mempunyai anak keturunan, sehatkanlah Ia, sehatkan lahir batin, tak ada satupun kecacatan. Saya yakin itu,,,
2. Ya Rabb... berikanlah setiap orang tua dari DS kesadaran, kesabaran. Semoga dia senantiasa dilindungi dan dirahmati oleh Yang Maha Kuasa. Bunda... Ayah..... Sabar ananda2 adalah anak yang istimewa.....
Selalu berbangga dan berbahagia, Allah akan menolong kalian, karena dia anugrah terindah.
Nak,,,,, kalian amat beruntung. Semoga tak ada satupun orang tua di dunia ini yang menyianyiakan mu. Teruslah memberi senyuman,,,, sehat selalu ya Nak. Dengan dirimu berusaha menjadi pribadi yang mandiri, itu membuat orang tuamu bangga. Mereka pasti menyayangimu, selalu...
Tak ada yang perlu disesali nak,,,,, adanya kalian membuat kami bersyukur atas nikmat Tuhan.

Semangaaat terus.... belajar..... berdoa terus, agar kelak kita dipertemukan di SyurgaNya. aamiin..


Jumat, 22 Maret 2013

After Reading Yahoonews 220313 (2)

Tulisan kedua di jumat malam ini adalah, tentang maut yang bisa menghampiri manusia kapan saja, dimana saja, siapa saja.

Setiap yang bernyawa, pasti akan mati.
Manusia yang bernyawa akan mati, jika sudah ajalnya. Tak ada apapun , siapapun ynag bisa mencegah kecuali Allah SWT yang menghendaki.

Berdasar dari berita yang saya baca sebelum saya tulis di blog ini, setengah tak percaya, presenter RJ meninggal dunia. Padahal .... (fakta nya banyak menunjukkan kalau dia sehat dll)

Tapi tadi bahwa maut, batas usia seseorang tak ada yang tahu. Apakah selagi sehat dia dipanggilnya, atau sebaliknya. Wallahu'alam .... jadi jika demikian saya suka bertanya pada diri sendiri, apakah jika besok lusa, atau mungkin setelah saya menulis di blog ini Allah melalui malaikat pencabut nyawa, memanggil saya, apakah saya sudah siap????

Tidaaaak.... jika ada tawar menawar, dapat dipastikan saya akan memilih untuk meminta kesempata untuk bisa perbaiki dulu diri ini, menambah bekal untuk hidup di akhirat dan melakukan hal-hal baik yang hanya ridloNya yang diraih.

Tapi itu takkan berlaku lagi....... Naudzubillah....

Ya Robb, Gusti nu Maha Agung.... saya yakin suatu saat nanti, sesuai ketentuanMu saya akan meninggalkan dunia ini begitupun dengan semua orang. Maka saya Agustina Mulia Nugraha sangat berharap  jika suatu saat nanti waktunya telah tiba, saya dapat meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah, begitu juga ku pinta untuk  orang-orang yang aku cintai karenaMu.

Berilah kami pertanda, agar kami dapat bersiap, jauhkan dari segala hal yang dapat memberatkan kematian kami, kematianku, jangan sampai merepotkan orang, memberatkan, atau sampai suul khotinah. 
Naudzubillah mindzalik....
Engkau pasti Mendengar doaku aamiin....

After Reading Yahoonews 220313 (1)

Tulisan ini dibuat, setelah melihat beberapa berita di Yahoo mengenai perceraian beberapa artis, yang sebenarnya diluar dugaan mereka mengambil keputusan tersebut. Dan satu tulisan yang akan dibuat setelah ini adalah tentang ajal yang siap kapan saja datang menjemput, setelah membaca kabar bahwa presenter olaharaga meninggal dunia di duga serangan jantung.

Sebenarnya ini bukan kompeten saya, hanya saja saya ingin membuat sebuah pengharapan.

Diluar dari siapa yang melakukan perceraian (artis atau bukan), setahu saya ini adalah salahsatu hal yang Allah SWT benci, entah redaksi hadistnya seperti apa. Hal ini sebenarnya akan diambil saat itu oleh kedua orang tuaku, tapi sampai saat ini rumah tangganya dapat dipertahankan, salah satu penyebabnya adalah rengekanku saat kecil (cerita ibu, dan sedikit saya pun ingat akan kejadian itu). Sampai saat ini bukan berarti tidak ada masalah dalam pernikahan orang tuaku, ya normalnya masalah itu datang silih berganti, dan saya sebagai anak tak jarang menjadi saksinya.
Sempat terfikir (saat saya sudah beranjak dewasa) apakah saya salah, dulu merengek pada ibu untuk kembali pada ayah, jika akhirnya sekarang ibuku tetap merasakan apa yang dulu dirasakan. Jujur saya kadang merasa berdosa jika memang demikian yang terjadi.

Namun saya yakin dengan sangat kalau sampai kapanpun hal yang Allah benci, akan selamanya Allah benci, Rasulullah pun tak pernah mencontohkan perceraian. So, selalu dan selalu ku berusaha untuk memahamkan diriku sendiri dan kedua orang tua ku khususnya untuk tetap menjaga agar perceraian itu tak terjadi. Bukan karena ku, tapi karena Allah ta'ala.
Ibaratnya tulang rusuk yg ada di dalam tubuh  jika dibuang, di keluarkan pasti tetap akan jauh lebih sakit, ketimbang, tulang rusuk yang sakit itu diobati, ditopang, dipertahankan.

Dan  ini pasti akan ku amalkan di kehidupanku kelak, insyaAllah,,,,
Tidak ada kata perceraian, 

Entah saat ini sedang tren atau bagaimana, seolah kata cerai itu mudah sekali diucapkan,
Ok mungkin untuk masyarakat biasa di lingkungan ini awalnya tabu, tapi setelah beberapa public figur melakukannya, seolah hal yang di benci Allah itu pun tadi menjadi hal yang biasa, dan dengan dalih ini mungkin yang terbaik... (ya wallahualam sih ...)

Anehnya, beberapa diantara mereka banyak yang bilang jika setelah cerai malah justru komunikasi diantara mereka lebih baik dari yang sebelumnya saat mereka berstatus suami istri. (Kan apa-apaan ini????)

Yang jelas tulisan ini dibuat hanya untuk memastikan dan mengharapkan juga sebagai doa, jika kelak suatu saat nanti Allah takdirkan untukku menikah. Saya pastikan tidak ada kata perceraian... aamiin... insyaAllah...

Wallahualam bishawab...

Rabu, 20 Maret 2013

Cerita temanku

Sempat ada seseorang yang berkata, untuk mencintai tak butuh alasan apapun.
Maka jangan tanyakan mengapa seseorang ingin mencoba untuk merangkai mimpi indah bersama pasangannya.

Benarkah???
Wallahualam ...

Saya fikir ada benarnya dan ada pula yang tidaknya.

  1. Benar kalau cinta tak butuh alasan, adalah pada saat semua perbedaan yang ada antara keduanya, serta merta menjadi tak berarti, tak menjadi kendala/ masalah apapun. Bukan perihal kaya/ miskin, bukan perihal tampan/ jelek, cantik/pas-pasan, putih/hitam, gemuk/langsing, dan masih banyak hal lainnya yang bersifat fisik/ duniawi.

    Ya, karena tak jarang kita temui pasangan misal yang cowoknya keren, putih tapi kok istrinya gemuk (maaf tak bermaksud menjelekan ciptaan Allah), dan kita yang diluar memandang "oh iya ya, kenapa cowok itu gak sama mantannya aja yang lebih cantik, langsing ".

    Itulah mengapa cinta tak butuh alasan.
  2. Salah kalau cinta tak butuh alasan. Ya karena satu alasan yang tepat bahwa itu sudah jodoh, alias takdir Allah. itulah alasan yang satu-satunya alasan.

Seperti cerita teman saya yang satu ini. dia adalah seorang muslimah, secara penampilan tampak seperti "akhwat", ya dia memakai baju kurung dan kerudung yang cukup lebar, bukan hijab trendi ala fathin gtu... sebagian besar orang secara tidak langsung menganggap dirinya dan hampir dapat dipastikan kalau tipe idamannya laksana ustad, berjenggot, berpakaian jubah, dakwah kesana-kemari. Namun pada saat saya sempat tanyakan hal itu padanya, jawabannya tak seperti yang saya duga diatas.

"Saya memang menginginkan sosok suami yang dapat menjadi imam bagi saya, namun itu bukan secara otomatis ustadz. Saya hanya manusia biasa yang ingini partner yang bisa sama-sama senantiasa belajar mencari kebahagiaan hakiki dalam kehidupan dunia akhirat. Saya takut tidak sesuai dengan kriteria ustadz. Dia yang melihat saya dari pakaian saja, belum cukup. Bekas preman pun tak apa, jika kita berjodoh dan dia bersama saya mau dan selalu akan berubah menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya, saling melengkapi, memahami karena Allah ta'ala."

Jleeeeb... saya langsung spechless...

Dia pun meneruskan kembali ucapannya.
"Meskipun saya sedikit ragu, apakah ada laki-laki yang seperti digambarkan saya diatas yang kemudian mau berubah bersama, sedangkan saya (orang bilang sih jilbaber alias kerudung panjang kuno). Mungkin banyak diantara laki-laki itu yang lebih memilih perempuan yang seksi, tomboy mungkin ya,,, tipe mereka lah. Ya mungkin kamu aneh mendengar ceritaku ini, tapi inilah aku. Wallahualam... hanya Allah yang tau perihal ini. semoga Allah segera memberi petunjuk siapa jodohku sebenarnya. Jikapun tak Engkau pertemukan di dunia ini, ambil keresahanku. Jika dia ditakdirkan bertemu denganku, tunjukanlah jalan mu, ridloMu, karena tak ada yang diingini selain ridloMu."

Dari teman saya inilah, pemikiran saya tentang jodoh ini sedikit demi sedikit terbuka.
*) semoga Allah segera memberimu petunjuk ya sis ^^ Love U coz Allah,,, <3

Selasa, 19 Maret 2013

Sholat awal waktu itu.....



Sholat ontime:
Shalat di awal waktu adalah amal yang paling utama
Dari Ibnu Mas'ud rodhiiyallahu 'anhu, beliau berkata, Rasulullah bersabda :
Sebaik-baik amal adalah shalat di awal waktu.
(HR. Tirmidzi dan Hakim)

Ikuti terus web ini untuk menambah pengetahuan kita. Ataaauuu...
Mau tau banyak materi yang ada diperkuliahan online wisata hati???
Ikut gabung aja, daftar di www.kuliah-online.com
Bayarnya ga seperti kuliah offline,  biayanya juga disedekahkan ko... jd double pahalanya, insyaAllah ^^

Senin, 18 Maret 2013

I'm Agustina MUFIDAH Nugraha

Kebiasaan jelekku adalah menulis dimansa saja... telah ku coba dan ku coba untuk menulis di satu buku catatan saja. Hmmm... tapi selalu ku tuliskan sesuatu yang ingin ku tulis, saat itu juga, meski hanya di secarik kertas bekas, entah itu koran atau kertas bekas apapun itu yang mungkin kertas tersebut akan ditemukan orang lain, dibuang. Mending kalau cuma dibuang, ini kalau yang nemuin, dia baca dlu. Gawatnya aku tuh menulis apapun itu, hadeeuuh..mending klo cuma tulisan yang isinya doa harapan. ni klo curhat waduuuuh... gawaaaaat...

Di blog ini pun tak semua yg kutuliskan, tulisanku tersebar lewat twitter, facebook, tumblr, etc.
Kalau saja dibukukan 1 buku rampung deh, atau mungkin lebih.

Karena ku nyaman dengan seperti itu, ku tuliskan apa yang ingin ku tulis saat itu juga, dengan begitu aku tak gelisah.
Karena ku nyaman dengan sebuah komunikasi antara diriku, dan diriku sendiri. Ya diriku,,,, no one..
lebih tepatnya aku, diriku dan Allah.

Seperti manusia biasa lainnya, aku pun punya beberapa mimpi, tak begitu banyak untuk saat ini, namun yang pasti jika di utarakan satu-satu menjadi banyak.
Aku pun suka menuliskan keinginan tsb., harapan dan doa. Dikabulkan atau tidaknya itu bukan kuasaku, Allah Yang lebih tau apa yang terbaik bagiku. kuasaku ada pada niat, usaha, doa dan satu yang penting lagi yaitu berbagi.
Yaaa,,,, berbagi, kusadari bahwa ku hidup di dunia ini hanya sesaat, pada saatnya nanti aku pun akan pergi dari dunia yang melenakan ini, menuju satu tempat yang masih menjadi tanda tanya bagi banyak orang.
Pada saat yang bersamaan ku sadari, mungkin tak semua inginku akan terwujud (sama sekali tak untuk menganggap Allah kecil kuasaNya)..... ketikapun terwujud, aku pun ingin orang dapat merasakannya, dengan cara mencoba hal-hal yang ku coba tuk wujudkan impianku.

Ku memang tak punya apa-apa, tapi satu yang ku punya saat ini, sebelum ini, setelah ini dan selamanya, yaitu Allah Tuhan Semesta Alam..... maka ku akan bagi apa yang telah Dia beri padaku, insyaAllah...

Wallahualam bishawab. ...
inginku yang satu ini haruslah terwujud, ya berbagi, selagi udara masih ku hirup, walau sesak akan selalu ku coba usahakan untuk berbagi dengan yang lain. Aamiin....
semoga dapat-dapat dan dapat memberi manfaat. Aamiin... atas izinMu, Ya Robb...

Give More to Get More than....