Rabu, 20 Maret 2013

Cerita temanku

Sempat ada seseorang yang berkata, untuk mencintai tak butuh alasan apapun.
Maka jangan tanyakan mengapa seseorang ingin mencoba untuk merangkai mimpi indah bersama pasangannya.

Benarkah???
Wallahualam ...

Saya fikir ada benarnya dan ada pula yang tidaknya.

  1. Benar kalau cinta tak butuh alasan, adalah pada saat semua perbedaan yang ada antara keduanya, serta merta menjadi tak berarti, tak menjadi kendala/ masalah apapun. Bukan perihal kaya/ miskin, bukan perihal tampan/ jelek, cantik/pas-pasan, putih/hitam, gemuk/langsing, dan masih banyak hal lainnya yang bersifat fisik/ duniawi.

    Ya, karena tak jarang kita temui pasangan misal yang cowoknya keren, putih tapi kok istrinya gemuk (maaf tak bermaksud menjelekan ciptaan Allah), dan kita yang diluar memandang "oh iya ya, kenapa cowok itu gak sama mantannya aja yang lebih cantik, langsing ".

    Itulah mengapa cinta tak butuh alasan.
  2. Salah kalau cinta tak butuh alasan. Ya karena satu alasan yang tepat bahwa itu sudah jodoh, alias takdir Allah. itulah alasan yang satu-satunya alasan.

Seperti cerita teman saya yang satu ini. dia adalah seorang muslimah, secara penampilan tampak seperti "akhwat", ya dia memakai baju kurung dan kerudung yang cukup lebar, bukan hijab trendi ala fathin gtu... sebagian besar orang secara tidak langsung menganggap dirinya dan hampir dapat dipastikan kalau tipe idamannya laksana ustad, berjenggot, berpakaian jubah, dakwah kesana-kemari. Namun pada saat saya sempat tanyakan hal itu padanya, jawabannya tak seperti yang saya duga diatas.

"Saya memang menginginkan sosok suami yang dapat menjadi imam bagi saya, namun itu bukan secara otomatis ustadz. Saya hanya manusia biasa yang ingini partner yang bisa sama-sama senantiasa belajar mencari kebahagiaan hakiki dalam kehidupan dunia akhirat. Saya takut tidak sesuai dengan kriteria ustadz. Dia yang melihat saya dari pakaian saja, belum cukup. Bekas preman pun tak apa, jika kita berjodoh dan dia bersama saya mau dan selalu akan berubah menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya, saling melengkapi, memahami karena Allah ta'ala."

Jleeeeb... saya langsung spechless...

Dia pun meneruskan kembali ucapannya.
"Meskipun saya sedikit ragu, apakah ada laki-laki yang seperti digambarkan saya diatas yang kemudian mau berubah bersama, sedangkan saya (orang bilang sih jilbaber alias kerudung panjang kuno). Mungkin banyak diantara laki-laki itu yang lebih memilih perempuan yang seksi, tomboy mungkin ya,,, tipe mereka lah. Ya mungkin kamu aneh mendengar ceritaku ini, tapi inilah aku. Wallahualam... hanya Allah yang tau perihal ini. semoga Allah segera memberi petunjuk siapa jodohku sebenarnya. Jikapun tak Engkau pertemukan di dunia ini, ambil keresahanku. Jika dia ditakdirkan bertemu denganku, tunjukanlah jalan mu, ridloMu, karena tak ada yang diingini selain ridloMu."

Dari teman saya inilah, pemikiran saya tentang jodoh ini sedikit demi sedikit terbuka.
*) semoga Allah segera memberimu petunjuk ya sis ^^ Love U coz Allah,,, <3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar