Rabu, 17 April 2013

Siapa? Allah yang tau...

Suatu malam, ku cek inbox di fb,
Satu pesan datang dari sahabatku yang sudah agak lama dia tidak OL.
Salam mengawali pesannya...
Selanjutnya, obrolan ringan mengenai kabar, kondisi keluarga saling ditanya.
Satu sama lain ungkapkan cerita.
Sampailah pada satu pertanyaan... teman2 sudah menikah, dirimu ?? (dia bertanya padaku)

Itu pertanyaan yang mudah sekali ku jawab.
Ibu  (sebutanku padanya) mau tau??
Iya dong ... (jawabnya)
Ih... kepooo haaa :D
Ini anak, malah main2... (dia agak marah)

Allah yang tau bu...
Ah dirimu... (dia mulai bosan)
Aku kan ga salah ..
Aku juga ga bilang kamu salah (imbasnya)

(Pura-pura) iya deh maaf diriku, becanda
Padahal saya pasti senang klo kamu mau cerita sama aku (dia ungkapkan perhatiannya)
Pikiranku melayang, merasa bersalah, membuatnya kecewa.

Aku sendiri ngga tau say,
Aku hanya bisa berserah sama Allah...
Allah yang paling tahu...
Aku minta maaf  tak bisa berbagi untuk hal ini.
Andaikan aku bisa, akan ku ceritakan padamu. Namun...
Aku sampai saat ini tak bisa cerita pada siapapun... siapapun... ya siapapun..

Hanya Aku, Allah dan mungkin Dia yang hendak Allah jadikan imam bagiku yang tau akan hal ini.
Sampai kapanpun rasanya tak ada yang bisa kuceritakan padamu, sampai kapanpun.
Maafkan aku sahabat, bukan maksudku tak ingin berbagi.
Oke untuk banyak hal lain insyaAllah dengan mudah bisa ku bagi.
Untuk hal ini, saya pun tak mengerti harus cerita dari mana.
Karena yang ku tahu, cinta kan datang tepat pada waktunya, bagi sebagian orang mungkin ini terlambat, tapi sebagian lagi ini terburu-buru. Itulah manusia, yang pemikirannya terbatas (bukan maksud mendiskreditkan ciptaan Tuhan, tapi ini menunjukkan ketidakkuasaan sebagai makhluk)

Untuk banyak hal lain mungkin ku sering terburu-buru, tak sabar.
Namun untuk yang satu ini, saya yakin seyakin-yakinnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan, insyaAllah... sabar itu akan selalu ku pupuk, bahkan sampai maut menjemputku terlebih dahulu.
Dapat dipastikan di suatu tempat nanti, di suatu saat nanti, di suatu waktu, momen  yang semuanya tepat dalam ridloNya, Sang Maha Pencipta akan mempertemukan kita, aku dan dia.

Terimakasih banyak saudariku atas perhatianmu yang amat dalam.
Beruntung kupunyai saudara muslimah sepertimu.
InsyaAllah doaku panjatkan untukmu dan keluarga kecilmu.

I'll always love U coz Allah,,,,
Mis You... #hug ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar