Jumat, 22 Februari 2019

Allah Engkau Dekat (*Menjadi yang dipilihNya (lagi)*)

A'udzubillahi minasyaithonirrojiim...
Bismillahirrohmanirrohiim.. yaa hayyu yaa qoyyum birohmatika astagits.
Astagfirullahaladzim wa atubu ilaih
Seraya memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahuwata'ala.
Semoga Sholawat dan Salam juga tercurahkan kepada Sosok yang ingin kami bersamamu kelak di syurga. Muhammad Shalallahu 'alaihi Wassalam.

Berharap tulisan ini adalah tulus dari hati, hamba berlindung kepadaMu ya Allah dari segala godaan syaitan yang terkutuk.


*Menjadi yang dipilihNya (lagi)*

sebuah kalimat yang akhir-akhir ini hadir, karena sebuah peringatan (amiin) dariNya atas sebuah nikmat yang amat indah dan tak pernah terbayang sebelumnya. Adalah masa dimana saat itu berkumpul dengan sekelompok orang yang saat itu belum saling kenal, hanya dalam event. Namun Qadarullah kita bersama dalam sebuah naungan perusahaan yang saya bilang luar biasa karena tak pernah saya berada di lingkungan yang demikian disusun untuk berkarya dengan kemampuan masing-masing sesuai dengan minatnya, sehingga kerja ga berasa kerja. Deadline ga berasa berat, kerja pagi pulang pagi tidak terasa beban, sebab visi dan tujuan yang jelas. Atmosphere kantor yang penuh tauhid, hangat, penuh kekeluargaan. Dimana tilawah kita lantunkan sebelum dimulai dan mengakhiri aktivitas.

Sharing tentang agama, dan sederetan aktivitas lain.
Semoga prasangka ku demkian benar adanya, bahwa waktu itu adalah salah satu keberkahan kami.
Semoga teman-teman dimanapun sekarang berada Allah senantiasa melindungi dan mencintai kalian semua, kakak-kakakku semuaaa....

Menjadi yang dipilihNya untuk membersamai dalam komunitas tersebut adalah karunia yang luar biasa. Saat ini, Ya Allah hamba tak lagi bersama mereka, tak juga memiliki rutinitas yang sama seperti waktu itu. Entah doa siapa yang Engkau kabulkan, entah amal apa yang ku kerjakan hingga akhirnya Kau berikan takdir terindah itu (salah satunya).
Apa yang kini bisa dan harus aku lakukan untuk juga mendapatkan kondisi yang sejuk seperti itu.
Betul jika dosaku yang banyak akan menghalangiku dari mendapatkan yang demikian.

Ya Allah, mengapa di tempat saat ini tidak Kau anugerahi rasa yang sama saat waktu itu?
Bagaimana harus aku menciptakannya.
Ya Allah... sudah banyak waktu kulalui sekedar tanpa sadar sumengeluh atas takdir, padahal ia adalah bagian dari keputusanku.
Ampuni segala dosa perdosaku ya Allah. Rasanya tak pantas untuk masuk ke surgaMu. amalan tak cukup, dosa menggunung, waktu disia-siakan,senang di zona nyaman, menyalahkan lingkungan.

Ya Allah ampuni hamba ... Ya Allah ampuni hamba...
Izinkan dan terima taubatan nasuha kami ya Allah.

Aamiin Allahumma Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar