Bismillah....
Setiap nyawa pasti akan merasakan kematian.
Allah swt. menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk jasad, saking sempurnanya Allah tak hanya beri manusia jasad/ fisik, namun juga rohani, potensi, karakter dan seluruh sifat.
Dan Manusia adalah makhluk paling sempurna dibanding makhluk lainnya. Maka tak pantas rasanya jika Manusia menyia-nyiakan apa yang ada di dirinya.
Sebagai manusia normal yang dibekali potensi, sifat baik, buruk, tak jarang terjadi perselisihan diantara mereka. Bisa jadi karena kebencian namun bisa jadi karena bentuk kasih sayang yang tak terdefinisikan satu sama lain. Dalam hal ini contohnya, orang tua yang memukul anaknya (baca:dengan lidi) karena dia tak mau sholat di usianya yang sudah beranjak remaja. Bagi anak ini dirasakan sebagai penindasan/ penyiksaan atau apalah istilah yang menggambarkan kekejaman. Padahal, ini adalah bentuk kasih sayang orang tua dan ini dicontohkan rasulullah saw. Hanya saja atas latar belakang ilmu pengetahuan yang berbeda, persepsi dan ilmu yang dipahami berbeda, hingga akhirnya menimbulkan pemikiran dalam benak anak itu "orangtua ga sayang sama dirinya."
Banyak contoh lainnya yang menggambarkan kesalahpahaman menjadikan tidak sinkron, bisa antar saudara, ayah dan ibu, tetangga dengan kita dan setiap orang lainnya. Pasti akan ada saat yang demikian, karena individu yang satu dengan individu yang lain pasti berbeda.
Jika selalu sama dan tak ada perbedaan tak mungkin ada pembelajaran.
Ilmu pengetahuan tentang manusia dan segala aspeknya menjadi sangat perlu untuk diketahui bahkan bagi beberapa pihak hal ini menjadi sangat penting.
Bukan untuk meniadakan masalah, tapi lebih kepada sikap menghargai, menghormati, memahamkan dan intinya pembelajaran (baca: berubah perilaku menjadi lebih baik).
Karena tak ada manusia yang tak pernah punyai kesalahan. Marah, sedih, benci, sombong, syirik kesemuanya itu 'berpotensi' muncul di saat manusia tak bisa mengelola perasaan nya dengan baik. Bukan tidak boleh marah, bahkan disatu kondisi kita harus marah (Misal: Agama Islam di jelekkan).
Semua yang dibahas ini adalah tak lain dan tak bukan adalah perkara :
1. Bagaimana (baca:orang) Islam seharusnya bertindak?
2. Bagaimana Rasulullah saw. memberi contoh perilaku yang seharusnya.
Jadi intinya adalah belajar menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul Nya.
Maka Pengetahuan Tentang Manusia (baca: Psikologi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar