Rabu, 07 Mei 2014

Kesamaaan Pola kondisi

"Sepertinya" setiap orang itu pasti pernah mengalami pola kondisi yang sama.
Hanya saja tipe, kadar, tempat dan waktu yang berbeda.
Ini adalah hasil dari pengamatan dari diri pribadi dan lingkungan sekitar.
Ada hal yang aku alami saat ini, dialami dulu oleh kakakku dan di saat yang sama salah satu artis yang dia seusia dengan saya, mengalami suatu pola kondisi yang sama.
Bukan sebuah kebetulan, ini saya sadari setelah membandingkan hal yang terjadi, baik dialami secara langsung atau dialami oleh orang lain.

Salah satu contoh:
Saat ini saya berada di posisi "tertekan" dan jalan yang ku ambil adalah lari (dalam hal kerjaan)
Dulu, kakakku pun alami kondisi yang sama, tapi di saat itu saya "di-elu-elukan" sedang sekarang kondisinya terbalik, kakakku yang jadi andalan dan aku di pandang sebelah mata
Di luar sana artis seusiaku sedang dihadapkan masalah yang serupa namun bukan dalam kerjaan, Dia alami dalam rumah tangga maka keputusannya "cerai/ ga.

HEADLINE POLA KONDISI yang kita alami adalah berupa suatu "ledakan" gejolak yang merupakan akumulasi dari "penderitaan" (dapat berupa hal/ peristiwa/ kejadian/ pengambilan keputusan untuk kebahagiaan orang lain tanpa memikirkan diri sendiri). Di waktu yang lalu saat diri kita memutuskan untuk berani berkorban kebahagiaannya demi kebahagiaan orang lain itu, kita dianggap berjasa dan di elu2kan, padahal di hati ada perasaan 'sombong' sekaligus 'sedih' karena senang yang didapat semu.
Dan yang menjadi salah satu PERMASALAHAN di sini adalah orang di sekeliling kita (baca: yang kita berani berkorban untuknya) ga NGEH kondisi asli yang dialami kita seperti apa. Mereka ya senang karena 2 hal (kita nurut pada kondisi apapun/ bagaimanapun, diri ini terlihat senang melakukannya, serta membanggakan) Hingga akhirnya bila kita melakukan suatu 'kesalahan' (menyadari hal yang dilakukan selama ini salah) mereka merasa sangat kecewa dan bahkan bisa membenci.

 Belum ada benang merah siapa yang benar, siapa yang salah, atau dimana letak yang benar dan salah. 

Satu hal yang pasti adalah kepasrahan kita menyerahkan segala urusan pada Allah swt. Dia yang mampu menilai benar salah, baik, buruk
innalillahi wallahu a'lam 

1 komentar:

  1. Assalamualaikum teh, ini teteh Agustina yg bulan agustus ini mau nikah bukan sih? Barakallah yah teh semoga samara :)

    BalasHapus